Kunjungan ke Posko KKLP STIE Muhammadiyah Mamuju

Uncategorized

KuoKuo2SalumanurungUntitled-1Untitled-2Untitled-3Untitled-4Untitled-5Untitled-6Untitled-7Untitled-8Untitled-9Untitled-10Untitled-11Untitled-12Untitled-13

Ditahun 2016 ini Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muhammadiyah Mamuju memberangkatkan sekitarĀ  392 orang mahasiswa yang terdiri dari 2 program studi diantaranya program studi Manajemen dan Program Studi Pembangunan. Mahasiswa-mahasiswa ini disebar di 20 desa yang freecialiscoupon.com ada di 4 kecamatan di Kabupaten Mamuju Tengah dalam rangka pelaksanaan Kuliah Kerja Lapang Plus (KKLP) yang merupakan Mata Kuliah yang harus dilulusi oleh mahasiswa STIE Muhammadiyah Mamuju sehingga menjadi kewajiban untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Kuliah Kerja Lapang Plus (KKLP) bagi mahasiswa merupakan suatu penerapan keilmuan teoritik yang diperoleh selama proses perkuliahan di perguruan tinggi untuk memberi pengalaman nyata dilapangan, pemanfaatan keahlian, menambah wawasan dan memupuk keterampilan pada bidang studi yang diampuhnya, sehingga mahasiswa memiliki life skill dalam penerapan keilmuan dimasyarakat secara luas. pada hakikatnya Kuliah Kerja Lapang Plus (KKLP) adalah praktik dan penelitian lapang yang harus dilakukan mahasiswa selain itu sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat untuk mencapai TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI (Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat).

Adapun tujuan dari kegiatan KKLP ini adalah memberi kesempeatan kepada mahasiswa untuk belajar, berlatih untuk memecahkan berbagai masalah kemasyarakatan secara langsung. memberi kesempatan kepada mahsiswa untuk memecahkan masalah yang nyata melalui teknis problem yang sistematis, melalui observasi, identifikasi, perumusan program, evaluasi dan penyusunan laporan serta merealisasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan semoga dapat menjadi unstrumen untuk mengukur kemampuan mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh dikampus kepada masyarakat serta dapat memberi umpan balik kepada STIE Muhammadiyah Mamuju untuk lebih memprioritaskan muatan kurikulumnya untuk memecahkan persoalan ekonomi, sosial, akademik yang dibutuhkan oleh stakeholders dalam menyongsong dunia kerja yang nyata.