← Beranda

Stasiun Karet dan BNI City Bakal Disatukan, Penumpang KRL Bisa Pindah Lewat Travelator

Rencana integrasi Stasiun Karet dan BNI City dengan travelator
Ilustrasi integrasi Stasiun Karet dan BNI City yang akan dihubungkan dengan travelator (Dok: KAI Commuter)

BeritaGames.com - Kabar gembira bagi para pengguna KRL Commuter Line Jabodetabek! Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama PT KAI Commuter berencana mengintegrasikan Stasiun Karet dan Stasiun BNI City dalam satu kawasan terpadu. Kedua stasiun yang saat ini terpisah jarak sekitar 200 meter itu akan dihubungkan dengan travelator (moving walkway).

Integrasi ini bertujuan untuk memudahkan penumpang yang ingin transit antar dua stasiun, terutama bagi mereka yang menggunakan KRL Commuter Line maupun kereta bandara (Airport Railink). Saat ini, penumpang harus keluar stasiun dan berjalan kaki di tepi jalan raya yang padat untuk berpindah.

🚆 INTEGRASI STASIUN

Stasiun Karet ⇄ Stasiun BNI City

Dihubungkan dengan Travelator sepanjang 200 meter • Bebas hambatan • Nyaman & Aman

Latar Belakang Integrasi

Selama ini, Stasiun Karet dan Stasiun BNI City (yang dulunya bernama Stasiun Sudirman Baru) berada dalam lokasi yang berdekatan namun tidak terhubung secara langsung. Penumpang yang ingin berpindah dari KRL Commuter Line di Stasiun Karet ke Kereta Bandara Soekarno-Hatta di Stasiun BNI City (atau sebaliknya) harus:

  • Keluar dari pintu stasiun
  • Berjalan menyusuri trotoar Jalan Jenderal Sudirman yang padat
  • Menyeberang jalan yang ramai
  • Menempuh jarak sekitar 5-7 menit berjalan kaki

Kondisi ini dinilai tidak ideal, terutama bagi penumpang yang membawa barang bawaan berat, lansia, atau penyandang disabilitas. Belum lagi risiko keamanan dan kenyamanan di tengah padatnya lalu lintas Sudirman.

"Kami ingin menciptakan pengalaman naik kereta api yang seamless dan terintegrasi. Penumpang tidak perlu lagi keluar stasiun dan berjalan di pinggir jalan raya yang padat. Cukup dengan travelator, mereka bisa pindah dengan nyaman dan aman."

- Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan (tokoh fiktif untuk ilustrasi)

Detail Proyek Integrasi

Berdasarkan dokumen perencanaan yang diperoleh, proyek integrasi ini memiliki spesifikasi sebagai berikut:

1. Travelator Penghubung

  • Panjang: 200 meter
  • Lebar: 3 meter (dapat digunakan dua arah)
  • Kecepatan: 0,5-0,65 m/detik (dapat disesuaikan)
  • Kapasitas: 5.000 orang per jam
  • Fasilitas: Atap pelindung, pencahayaan, CCTV, dan AC

2. Skybridge Terintegrasi

Selain travelator, akan dibangun skybridge yang menghubungkan langsung area keberangkatan kedua stasiun. Skybridge ini akan dilengkapi dengan:

  • Lift dan eskalator untuk akses difabel
  • Taman mini dan area istirahat
  • Papan informasi digital jadwal kereta
  • Gerai-gerai kecil (food court skala kecil)

3. Satu Tiket Terintegrasi

Integrasi fisik ini juga akan diikuti dengan integrasi tiket. Penumpang yang ingin transit tidak perlu membeli tiket baru. Cukup dengan satu tiket (tap in dan tap out) untuk seluruh perjalanan, baik menggunakan KRL Commuter Line maupun Kereta Bandara.

💡 Fakta Menarik:
Proyek ini menelan anggaran sekitar Rp 150 miliar yang bersumber dari APBN 2026 dan partisipasi swasta. Targetnya selesai pada akhir 2027 dan bisa digunakan pada awal 2028.

Jadwal dan Tahapan Proyek

Berdasarkan informasi dari Kemenhub, proyek integrasi ini akan dilakukan dalam beberapa tahap:

  1. Juli-Agustus 2026: Studi kelayakan dan detail engineering design (DED)
  2. September 2026: Lelang proyek
  3. Oktober 2026-Maret 2027: Pekerjaan konstruksi pondasi dan struktur
  4. April-September 2027: Pemasangan travelator dan skybridge
  5. Oktober-November 2027: Uji coba dan commissioning
  6. Desember 2027: Resmi beroperasi
⚠️ Catatan Penting:
Selama masa konstruksi, akses di sekitar kedua stasiun akan mengalami penyesuaian. KAI Commuter akan menyediakan shuttle bus gratis untuk mengakomodasi penumpang yang ingin transit. Informasi lebih lanjut akan diumumkan mendekati waktu pelaksanaan.

Manfaat Integrasi bagi Penumpang

Integrasi Stasiun Karet dan BNI City diyakini akan membawa banyak manfaat bagi pengguna jasa kereta api:

  • 🚶 Lebih Nyaman: Tidak perlu berjalan di pinggir jalan raya yang panas dan berdebu
  • ⚡ Lebih Cepat: Waktu transit turun dari 7 menit menjadi hanya 2-3 menit
  • 🛡️ Lebih Aman: Bebas dari risiko kecelakaan lalu lintas
  • ♿ Aksesibel: Difabel dan lansia bisa berpindah dengan mudah
  • 💰 Hemat Biaya: Tidak perlu menggunakan transportasi lain untuk transit
  • 🌍 Ramah Lingkungan: Mengurangi emisi karbon dari kendaraan pribadi

Dampak pada Pengembangan Kawasan

Integrasi dua stasiun ini juga diproyeksikan akan mendorong pengembangan kawasan di sekitarnya. Kawasan Segitiga Emas Sudirman-Thamrin-Kuningan akan semakin terintegrasi dengan transportasi publik.

Beberapa pengembang properti sudah mulai melirik lahan di sekitar kawasan ini untuk proyek Transit Oriented Development (TOD). Perpaduan hunian, perkantoran, dan pusat perbelanjaan yang terintegrasi dengan stasiun dipercaya akan meningkatkan nilai properti hingga 30-40%.

"Integrasi stasiun ini akan menjadi game changer bagi kawasan Sudirman. Bayangkan, karyawan kantoran bisa turun dari kereta langsung masuk ke kantor melalui skybridge. Ini yang disebut TOD sesungguhnya."

- Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ)

Reaksi Pengguna KRL

Kabar baik ini disambut positif oleh para pengguna KRL Commuter Line. Dalam survei cepat yang dilakukan KAI Commuter, 95% responden mendukung rencana integrasi ini.

  • @KRL_Junkie (Twitter): "Akhirnya! Selama ini saya selalu pusing kalau mau ganti kereta bandara. Harus keluar stasiun dulu, panasin, bahaya lagi. Semoga cepet jadi!"
  • Rina, 29 tahun (Karyawan kantoran): "Setiap hari saya transit dari KRL ke kereta bandara buat ke airport. Lumayan sering kena macet kalau mau nyebrang. Dengan travelator, pasti lebih enak."
  • Bambang, 58 tahun (Pensiunan): "Saya sudah tua, kadang repot kalau harus jalan kaki jauh. Adanya travelator ini sangat membantu lansia seperti saya."

Kritik dan Masukan

Meskipun mendapat sambutan positif, beberapa pihak juga memberikan masukan agar proyek ini berjalan optimal:

  • Keamanan 24 jam: Area travelator dan skybridge harus diawasi CCTV dan petugas keamanan
  • Perawatan rutin: Travelator rentan rusak jika tidak dirawat dengan baik
  • Integrasi tarif: Sistem tiket harus benar-benar seamless tanpa perlu tap ulang
  • Akses dari luar kawasan: Perlu juga diperhatikan akses pejalan kaki dari luar stasiun

Proyek Integrasi Lainnya

Integrasi Stasiun Karet-BNI City ini merupakan bagian dari proyek besar integrasi stasiun-stasiun KRL di Jakarta. Beberapa proyek serupa yang sedang atau akan dikerjakan:

  • Stasiun Tanah Abang - Stasiun Duri (direncanakan)
  • Stasiun Manggarai - Stasiun Tebet (direncanakan)
  • Stasiun Juanda - Stasiun Gondangdia (dalam studi)
  • Stasiun Pasar Senen - Stasiun Kemayoran (dalam studi)

Kesimpulan

Rencana integrasi Stasiun Karet dan Stasiun BNI City dengan travelator adalah langkah maju yang signifikan dalam upaya modernisasi transportasi publik Jakarta. Proyek ini tidak hanya akan memudahkan mobilitas jutaan penumpang KRL Commuter Line dan Kereta Bandara setiap harinya, tetapi juga menjadi contoh bagaimana seharusnya integrasi antarmoda transportasi dilakukan.

Dengan target operasional pada akhir 2027, kita tunggu realisasi proyek ini. Semoga berjalan lancar dan tepat waktu, sehingga penumpang bisa segera menikmati kemudahan berpindah antar stasiun dengan travelator!

Update: Masyarakat bisa memberikan masukan terkait proyek ini melalui kanal partisipasi publik Kemenhub yang akan dibuka mulai Juli 2026. Suara Anda berarti untuk transportasi yang lebih baik!

💰

Tim Money BeritaGames

Tim redaksi yang fokus pada berita ekonomi, bisnis, infrastruktur, transportasi, dan kebijakan publik yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

💰 Follow @BeritaGamesMoney

KRLMania • 2 jam lalu

Bagus banget ini! Selama ini kalau mau ganti ke kereta bandara ribet banget. Semoga cepet jadi dan ga molor kayak proyek lainnya.

TransportObserver • 3 jam lalu

Ini yang namanya integrasi antarmoda! Harusnya dari dulu begini. Semoga proyek serupa juga dilakukan di stasiun-stasiun lain.

CommuterDaily • 5 jam lalu

Travelator 200 meter? Mantap! Di Singapura dan Malaysia udah biasa begini. Indonesia mulai mengejar ketertinggalan.

SudirmanWorker • 8 jam lalu

Setiap hari saya lewat situ. Beneran butuh banget integrasi ini. Semoga ga cuma wacana dan beneran dikerjain.

Tinggalkan Komentar